TNI Angkatan Laut menggelar Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) Tahun Anggaran 2025 di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dihadiri langsung oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan operasional satuan TNI AL dalam melaksanakan operasi pertahanan pantai, pengamanan wilayah perairan, serta penegakan hukum di laut. Rangkaian kegiatan Latihan ini dimulai pada bulan Oktober tahun 2025 sampai dengan Februari tahun 2026, dengan metode geladi Mako dan geladi lapangan dua pihak dikendalikan di daerah latihan yang meliputi Surabaya, Jakarta, Tanjung Uban, Laut Jawa, Laut Natuna, Pulau Bangka dan sekitarnya. Simulasi penggunaan operasi pertahanan pantai sebagai pertahanan di corong-corong strategis untuk menghadapi kekuatan armada laut musuh yang akan memasuki wilayah perairan kepulauan (Anti Akses) di Laut Jawa sekaligus menggagalkan pendaratan musuh (Anti Amfibi) di pulau Bangka. Penyelenggarakan latihan ini sebagai interoperabiliti seluruh unsur tempur mulai dari kapal perang, pesawat udara, marinir dan pangkalan dalam sistem senjata armada terpadu yang merupakan keunggulan khas yang dimiliki TNI AL. Sebagai komponen utama dilaut dimana dari tujuh operasi gabungan TNI, TNI AL mengemban peran utama pada empat operasi gabungan tersebut yaitu operasi laut, operasi amphibi, operasi pendaratan administrasi dan operasi pertahanan pantai.