Wadan Kodiklatal Pimpin Upacara Peringatan Hari Darma Samudera Tahun 2019

Selasa, 15/01/2019 09:34 WIB


Kodiklatal, (15/1).

Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan laut (Wadan Kodiklatal) Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh, S.E., M.M secara resmi memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2019 prajurit Kodiklatal yang dipusatkan di lapangan laut Maluku Kesatrian Bumimoro Kodiklatal.

Upacara peringatan Hari Dharma Samudera yang diikuti sedikitnya 2.500 prajurit Antap, Prajurit Siswa dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Kodiklatal terebut juga dihadiri Pejabat utama Kodiklatal diantaranya Dirjian, Dirum, Dankodikopsla serta para Komandan Kodik, para Komandan Pusdik serta Komandan Sekolah dijajaran Kodiklatahl

Kasal Laksmana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M dalam sambutan yang dibacakan Wadan Kodiklatal Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh, S.E., M.M menyampaikan bahwa upacara yang diselenggarakan setiap tahun ini, pada hakikatnya merupakan bentuk penghormatan kita semua terhadap para pahlawan bangsa, sekaligus untuk mengenang peristiwa yang terjadi di Laut Arafuru pada 57 tahun silam.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pertempuran laut arafuru yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1962 merupakan peristiwa heroik dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Tiga kapal cepat ALRI, yaitu RI Harimau, RI Matjan Tutul, dan RI Matjan Kumbang berjibaku melawan tiga kapal kombatan utama dan sebuah pesawat udara angkatan laut Belanda. Ketiga kapal tersebut tergabung dalam satuan tugas chusus-9 atau STC-9 dengan mengemban misi infiltrasi mendaratkan pasukan angkatan darat di timur Kaimana sebagai langkah awal perjuangan Trikora. Namun demikian, saat menuju daerah operasi ketiga kapal perang Republik Indonesia berjenis MTB tersebut berhadapan dan diserang oleh kekuatan armada tempur Belanda.

Menyadari kekuatan yang tidak seimbang itu, Komodor Yos Sudarso yang berada di RI Matjan Tutul, mengambil alih komando kapal tersebut dengan melakukan manuver menyongsong gerak maju tiga kapal kombatan Belanda, sehingga semua serangan semua kapal musuh hanya tertuju pada ri matjan tutul. Pekik penuh semangat Komodor Yos Sudarso “Kobarkan Semangat Pertempuran” yang diserukan melalui jaring komunikasi, mengiringi perlawanan Ri Matjan Tutul menghadang armada Belanda.

Meskipun pada akhirnya Ri Matjan tutul tenggelam secara gentle and brave bersama sang Komodor Yos Sudarso yang gugur sebagai kusuma bangsa, semangat pertempurannya tak akan pernah pudar dan lekang oleh waktu.

Para prajurit TNI Angkatan Laut dimanapun kalian bertugas, pertempuran penuh semangat membela negara di laut arafuru telah memberikan keteladanan sejati kepada kita tentang nilai dan semangat kejuangan, yakni sikap kesatria, rela berkorban dan tak pernah gentar menghadapi musuh dalam mempertahankan wilayah dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh sebab itu, nilai-nilai kejuangan tersebut harus diwarisi oleh seluruh prajurit TNI Angkatan Laut, agar tetap tegar dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan pengaruh era globalisasi, tantangan kita sebagai garda pelindung keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menjadi semakin kompleks.